Monday, September 18, 2006

Cerita Tentang Kita



“…kita memilih konsekuensi dari hidup bersama…”


PERSAHABATAN, cinta dan kerjasama merupakan sebuah awal untuk Bengkel Seni Embun yang benar-benar eksis. Sebelumnya, Bengkel Seni Embun hanyalah sebuah eks-kul yang ga’ resmi di sebuah sekolah negeri di Kota Ambon yang dibentuk sama seorang Guru Kesenian oleh karena di beri ‘amanat’ sama W.S. Rendra untuk bisa ngembangin seni teater di Kota Ambon. Ga disangka-sangka ternyata diminati banget oleh banyak anak-anak di sekolah karena emang Cuma organisasi itu yang bisa menyalurkan kreatifitas kita-kita pasca Konflik Kemanusiaan di Kota Ambon.

Ga’ bisa dipungkiri kalo banyak banget tantangan dan hambatan dalam gerak maju Bengkel Seni Embun untuk bisa eksis di Kota Ambon. Birokrat sekolah yang menjadi-jadi dan ga jelas, interverensi para guru terhadap anggota bengkel hingga menyebabkan seorang siswa ‘mengundurkan diri’ dari sekolah tersebut, orang tua yang ga’ setuju dan lain sebagainya yang membuat seakan-akan sebuah Bengkel Seni Embun itu merupakan organisasi terlarang. Maybe, kita dianggap kayak PKI kalo di zaman Soekarno yang bakal dihabisin dalam sekejap kalo ada kesempatan. Namun ga’ semurah itu idealisme kita-kita. Dengan segala hambatan itu, Bengkel Seni Embun tetap eksis (namun tentu aja bukan sebagai eks-kul lagi melainkan organisasi yang independent) dan terus mengadakan acara-acara yang bernuansa kesenian namun tetap mempertahankan eksistensi kita sebagai pelajar, karena kita percaya, mereka hanya perlu bukti untuk bisa percaya.

Hingga saat ini, Bengkel Seni Embun terus eksis dengan lebih dari 120 personil, berbagai ide-ide baru dan dipercaya untuk berbagai event dan perusahaan termasuk oleh satu-satunya TV swasta di Kota Ambon untuk mengorganizing sebuah acara utama tentang pelajar yang diberi nama X-Sak (Ekspresi Siswa Ambon Kreatif) dan membintangi sebuah acara komedi situasi (WARKOP-Warung Kopi) hingga membuat para orang tua bisa berlari dan berteriak “Itu anakku”.

Terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk bisa berdiri, menengok ke atas dan mengatakan “Kita ga’ bakal mati tanpa pergerakan”, diaz dosa –seorang yang udah kita anggap lebih dari seorang guru, teman dan saudara-, Sang Revolusioner Sejati –Beta Labirin-, semua orang yang terus mendorong kita dari belakang baik dengan tenaga, material, doa, kasih sayang dan pikiran, untuk terus bisa maju dan membusungkan dada, serta segala mimpi, harapan, keinginan dan tekad baja yang memberikan inspirasi tiada batas untuk terus melakukan apa yang hati nurani inginkan. Terima Kasih.

Sunday, September 17, 2006

About Us


Kalo ada yang bertanya: "Kenapa sich namanya Embun?"
Itu karena kita-kita ini yang selalu menyegarkan suasana di manapun kita berada... (huaahahahaha, GR banget!). Tapi serius koq.

Bengkel Seni Embun merupakan Sanggar Seni sekaligus Event Organizer gila-gilaan yang ga jelas tujuannya tapi selalu mempunyai sesuatu yang baru and bisa bikin orang terpesona. Kita merupakan anak-anak yang masih sering bilang 'fuck' atau ngomong setengah Inggris setengah Indonesia, tapi kita juga anak-anak yang suka banget sama sosok seorang Sok Hoek Gie, ngefans banget sama lagunya Cokelat-Bendera and bakal bunuh siapa saja yang bilang 5CM-nya Donny Dhirgantoro itu jelek!!!

Kita adalah anak-anak yang punya mimpi... Yang selalu bilang "Gue cinta Indonesia" and bakal terus mencintai Indonesia hingga akhir hidup kita-kita, walaupun itu kita lakukan sambil memakai baju "Billabong Australia" atau makan di KFC. Itulah kita.

Kenapa kita, Donny Dhirgantoro and semua yang merasa bahwa merah-putih itu bukan sekedar simbol bisa begitu mencintai Indonesia? Itu karena kita percaya kalo sejak kita lahir dan besar di Indonesia, tanah dan air Indonesialah yang menghidupkan kita....

(kok jadinya ngomong Indonesia sich?) Hehehehe, mungkin itu cuma karena penulis lagi kangen banget sama Indonesia. Yup, kita kembali ke Bengkel Seni Embun. Bengkel Seni Embun dibentuk pada 22 Oktober 2004 di Ambon tercinta yang terdiri dari 4 divisi, yaitu: Divisi Teater, Divisi Musik, Divisi Tari dan Divisi Seni Rupa. Embun mempunyai lebih dari 120 personil (sering kita panggil "embuners") yang mempunyai skill di masing-masing bidang yang di anuti atau diminati.

Nah, pasti ada dong yang bertanya, komersil ga? Jawabnya ga. Kita menjunjung tinggi asas Just For Fun, so, ga komersil deh... Selain itu, Bengkel Seni Embun juga merupakan organisasi yang terdiri dari anak-anak yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik serta mempunyai kreativitas yang tinggi banget (ga semua yang loe denger itu bener...!)

Kita juga membuka lebar-lebar kesempatan buat kamu untuk dapat bergabung bersama kita (pikirkan baik-baik sebelum memutuskan!) karena sudah pasti kalian bakal tertular penyakit gila, sindrom ga jelas dan sering ketawa sendiri-sendiri...

Allright, see u later...

Best Regards,
Mr. Ontayanggantengbangetandcoolabis

NB:
- Melihat foto-foto di dalam blog ini dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impoten dan membuat orang yang sedang koma langsung 'lewat'. So, waspadalah...waspadalah (ceritanya kayak bang napi).
- Buat anak-anak Bengkel Seni Embun yang lagi melihat blog ini, jangan ke-GR-an yach!

About me

  • I'm Achmad Alkatiri
  • From Darwin, NT, Australia
  • Ga banyak yang bisa gue bilang tentang gue. Loe-loe pade aje yang ngasih gambaran...
My profile

Archives